Oracle Instance dan Oracle Database
March 17, 2010 at 12:47 pm Leave a comment

Pada dasarnya oracle server merupakan sebuah Database Management System (DBMS) yang mana dapat melakukan pengaturan dan management data-data yang ada di dalamnya sehingga dapat menghasilkan sebuah sistem informasi yang kita butuhkan. Oracle server sendiri terdiri dari dua buah komponen utama yaitu Oracle Instance dan Oracle Database. Setiap kali oracle mulai berjalan di dalam database server, software oracle akan mengalokasikan shared memory yang disebut System Global Area (SGA) dan menjalankan beberapa background proses yang akan digunakan oleh proses-proses aplikasi oracle nantinya. Kombinasi antara SGA dan background process tersebut itulah yang kita sebut dengan Oracle Instance.
Data-data yang berhubungan dengan database oracle baik itu obyek database – seperti tabel, view, schema dan sebagainya – nantinya akan disimpan di dalam storage structure yang disebut dengan database file (Oracle Database). Jadi dapat dikatakan bahwa Oracle Instance merupakan sebuah kesatuan antara shared memory dan background process – dengan kata lain proses-proses di dalam aplikasi oracle – yang digunakan untuk mengakses sebuah database yang tersimpan di dalam Oracle Database. Ibaratnya adalah sebagai berikut (dalam proses manipulasi file documen (*.doc) dengan menggunakan MS. Word). Oracle Instance dapat diibaratkan sebagai software pengolah document MS. Word yang dapat melakukan proses manipulasi file dokumen dan Oracle Database dapat diibaratkan sebagai file document itu sendiri (*.doc). Data-data dokumen akan disimpan di dalam sebuah file dokumen tersebut dan mungkin antara satu file dokumen dengan file yang lainnya dapat mengandung data yang berbeda. Jika kita hanya memiliki file dokumen saja tanpa memiliki software pengolah dokumen tersebut maka akan sia-sia saja. File dokument tersebut tentu tidak akan dapat diakses atau diedit. Sama halnya dengan oracle server, hanya Oracle Instance yang dapat melakukan akses terhadap Oracle Database untuk melakukan menipulasi-manipulasi terhadap database tersebut sedangkan data-data pada database itu sendiri disimpan di dalam oracle database.
Perlu kita ketahui bersama bahwa oracle instance akan berjalan pada memory utama (RAM) sedangkan oracle database akan berjalan pada memory sekunder (misal : hardisk) sehingga walaupun komputer server database mati, data-data yang ada di dalam oracle database tetap tersimpan di dalam media penyimpanan, sedangkan oracle instance pasti akan mati dan kita tidak dapat melakukan operasi-operasi terhadap database kita.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed